MAKALAH
STATISTIKA
BISNIS
PENYAJIAN DATA

Dosen Pengampu
Bpk. Tatas Ridho
Nugroho
Disusun Oleh
1.Andreas
Purwoko 5.15.02.04.0.013
2.Desi
Lustyaningsih 5.15.02.04.0.022
3.Diah
Desiana 5.15.02.04.0.027
4.Juma'atin
Safa'ah 5.15.02.04.0.046
Kelas Akuntansi
A/Pagi
Prodi Akuntansi
Fakultas Ekonomi
Universitas
Islam Majapahit
Tahun Akademi
2015/2016
Kata Pengantar
Puji syukur penyusun panjatkan
kehadirat Allah SWT, sebab atas rahmat dan hidayah-Nya lah penyusun dapat
menyelesaikan makalah ini. Makalah statistika bisnis ini merupakan tugas kuliah
yang berisi kesimpulan diskusi penyusun mengenai penyajian data dalam bentuk
tabel,diagram dan grafik.
Tim
penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Tatas Ridho Nugroho selaku dosen pengampu mata kuliah Statistika Bisnis yang telah
memberikan tugas untuk menyusun makalah ini, sehingga penyusun memiliki
kesempatan untuk menambah wawasan dari sumber buku bacaan yang relevan maupun
forum diskusi kelompok yang telah dilakukan.
Penyusun
sangat menyadari dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak kesalahan. Oleh
karena itu, sangat diharapkan kritik maupun sarannya. Sehingga di kemudian hari
dapat menyusun lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat digunakan dengan baik
dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Mojokerto,06 Oktober 2016
Penyusun
BAB
I
Pendahuluan
A.Latar Belakang
Kegiatan pengumpulan data di lapangan, akan menghasilkan
angka – angka yang disebut data kasar.penyebutan dengan istilah data kasar menunjukkan
bahwa data itu belum diolah dengna teknik statistik tertentu. Jadi, data – data
itu masih berwujud sebagaimana data itu diperoleh yang biasanya berupa skor.
Skor – skor tersebut dapat pula disebut dengan istilah skor kasar, yang artinya
sama dengan data kasar. Biasanya relatif banyak dan tidak beraturan. Dalam
pembuatan laporan penelitian, data tersebut yang harus dilaporkan. Agar dapat
memberikan gambaran yang bermakna, data – data itu haruslah disajikan kedalam
tampilan yang sistematis.
Ada sejumlah cara yang dapat dipilih untuk menampilkan
data hasil pengukuran dalam kerja penelitian. Penyajian data yang mana yang
sebaiknya dipilih tergantung jenis data, selera peneliti, dan tujuan penampilan
data itu sendiri.
B.Rumusan Masalah
1.
Apa saja bentuk penyajian
data dalam statistika ?
2.
Apa yang dimaksud penyajian
data dalam bentuk diagram ? Dan apa saja macam-macam bentuk penyajian data
dalam bentuk diagram ?
3.
Apa yang dimaksud penyajian
data dalam bentuk grafik ? Dan apa saja macam-macam bentuk penyajian data dalam
bentuk grafik ?
4.
Apa yang dimaksud penyajian
data dalam bentuk tabel ? Dan apa saja macam-macam bentuk penyajian data dalam
bentuk tabel ?
C.Tujuan dan Manfaat
1.
Mengetahui jenis penyajian
data secara umum.
2.
Memahami penyajian data
dalam bentuk diagram dan memahami macam-macam penyajian data dalam bentuk
diagram.
3.
Memahami penyajian data
dalam bentuk grafik dan memahami macam-macam penyajian data dalam bentuk
grafik.
4.
Memahami penyajian data
dalam bentuk tabel dan memahami macam-macam penyajian data dalam bentuk tabel.
BAB
II
Pembahasan
A.Penyajian Data
Kegiatan pengumpulan data di lapangan akan menghasilkan data
angka-angka yang disebut ‘data kasar’ (raw data) yang menunjukkan bahwa data
tersebut belum diolah dengan teknik statistik tertentu. Jadi data tersebut
masih berwujud sebagaimana data itu diperoleh yang bisanya berupa skor dan
relative banyak tidak beraturan. Dalam pembuatan laporan penelitian, data
termasuk yang harus dilaporkan. Agar dapat memberikan gambaran yang bermakna, data-data
itu haruslah disajikan ke dalam tampilan yang sistematis dan untuk keperluan
penganalisisan biasanya data itu disusun dalam sebuah tabel. Penyajian data ini
bertujuan memudahkan pengolahan data dan pembaca memahami data.
B.Macam
– Macam Penyajian Data dalam Bentuk Diagram
Penyajian
data dalam bentuk diagram akan lebih menjelaskan laporan secara visual.
1. Diagram Batang
Diagram
batang sangat cocok untuk menyajikan data yang berbentuk kategori atau atribut,
dan data tahunan yang tahunannya tidak terlalu banyak. Untuk menggambarkan
diagram batang diperlukan sumbu tegak dan sumbu datar yang berpotongan tegak
lurus. Sumbu tegak maupun sumbu datar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang
sama. Pada bagian bawah sumbu datar dituliskan atribut atau waktu dan pada
sumbu tegak dituliskan kuantum atau nilai data.

2. Diagram Garis
Diagram
garis sangat cocok untuk menyajikan data yang berbentuk serba terus atau
berkesinambungan. Misalnya jumlah penduduk setiap tahun, produksi suatu pabrik
setiap tahun, dan sebagainya. Untuk menggabar diagram garis diperlukan sumbu
tegak dan sumbu datar yang berpotongan tegak lurus. Sumbu tegak maupun sumbu
datar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama. Pada bagian sumbu datar
dituliskan atribut atau waktu danpada sumbu tegak dituliskan kuantum atau nilai
data.

3. Diagam Lambang
Diagram
lambang sangat cocok untuk menyajikan data kasar sesuatu hal dan sebagai alat
visual bagi orang awam. Setiap satuan yang dijadikan lambang disesuaikan dengan
macam datanya. Misalnya untuk data jumlah manusia dibuatkan gambar orang. Satu
gambar orang menyatakan sekian jiwa tergantung kebutuhannya. Kelemahannya ialah
jika data yang dilaporkan tidak penuh (bulat) sehingga lambangnya pun menjadi
tidak utuh.

4. Diagram Lingkaran dan
Diagram Pastel
Diagram
lingkarana sangat cocok untuk menyajikan data yang berbentuk kategori atau
atribut dalam presentasi. Untuk membuat diagram lingkaran, maka lingkaran
dibagi-bagi menjadi beberapa sektor. Setiap sektor melukiskan kategori data
yang lebih dahulu diubah ke dalam derajat dengan menggunakan busur derajat.


5.
Diagram Peta
Diagram peta (diagram kartogram) yaitu diagram yang melukiskan
fenomena atau keadaan dihubungkan dengan tempat kejadian itu berada. Teknik
pembuatannya menggunakan peta geografis sebagai dasar untuk menerangkan data
dan fakta yang terjadi.

6.
Diagram Pencar
Diagram pencar atau diagram titik atau diagram sebaran ialah
diagram yang menunjukkan gugusan titik-titik setelah garis koordinat sebagai
penghubung dihapus. Biasanya diagram ini digunakan untuk menggambarkan titik
data korelasi atau regresi yang terdiri dari variabel bebas dan variabel
terikat. Untuk kumpulan data yang terdiri atas dua variabel dengan nilai
kuantitatif, diagramnya dapat dibuat dalam sistem sumbu koordinat dan gambarnya
akan merupakan kumpulan titik-titik yang terpancar. Tahapan-tahapan ini
menerangkan setelah peneliti menyelesaikan analisis datanya dengan cermat,
kemudian langkah selanjutnya peneliti menginterprestasikan hasil analisisnya.
Akhirnya peneliti menarik suatu kesimpulan yang berisikan intisari
dari seluruh rangkaian kegiatan penelitian dan membuat rekomendasinya.
Menginterprestasikan hasil analisis perlu diperhatikan hal-hal antara lain:
interprestasi tidak melenceng dari hasil analisis, interprestasi harus masih
dalam batas kerangka penelitian, dan secara etis penelitian rela mengemukakan
kesulitan dan hambatan-hambatan sewaktu dalam penelitian.

7.
Ogive (Ozaiv)
Ogive ialah distribusi
frekuensi kumulatif yang digambarkan
diagramnya dalam sumbu tegak dan mendatar. Ogive "kurang dari"
ialah diagram dari distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. Dan Ogive
"atau lebih ialah diagram dari distribusi frekuensi kumulatif atau lebih.

C.Macam-macam Penyajian dalam Bentuk Grafik
Selain dapat disajikan ke dalam
bentuk tabel sebagaimana dikemukakan di atas, data-data angka juga dapat
disajikan ke dalam bentuk grafik, atau lengkapnya grafik frekuensi. Pembuatan
grafik frekuensi pada hakikatnya merupakan kelanjutan dari pembuatan tabel
distribusi frekuensi karena pembuatan grafik itu haruslah didasarkan pada tabel
distribusi frekuensi. Dengan kata lain, pembuatan tabel distribusi frekuensi
harus tetap dilakukan baik kita bermaksud maupun tidak bermaksud membuat grafik
frekuensi. Penyajian data angka ke dalam grafik biasanya dipandang lebih
menarik karena data-data itu tersaji dalam bentuk visual. Gambar grafik
frekuensi yang banyak dipergunakan dalam metode statistik adalah histogram,
polygon, kurve dan garis. (Burhan Nurgiyantoro, 2004:43-44)
1.Grafik Histrogram
Histogram
merupakan grafik dari distribusi frekuensi suatu variable. Tampilan histogram
berupa petak-petak empat persegi panjang. Sebagai sumbu horizontal boleh
memakai tepi-tepi kelas, batas-batas kelas atau nilai variabel yang diobservasi,
sedang sumbu vertikal menunjukkan frekuensi. Untuk distribusi bergolong atau
berkelompok yang menjadi absis adalah nilai tengah dari masing-masing kelas.
(Drs. Ating Somantri, 2006:113)

2.Grafik Poligon
Poligon
merupakan grafik distribusi dari distribusi frekuensi bergolong suatu variabel.
Tampilan polygon berupa garis-garis patah yang diperoleh dengan cara
menghubungkan puncak dari masing-masing nilai tengah kelas. Jadi absisnya
adalah nilai tengah dari masing-masing kelas. (Drs. Ating Somantri, 2006:114)

3. Grafik Kurve
Kurve merupakan perataan atau penghalusan dari garis-garis
polygon. Gambar polygon sering tidak rata karena adanya perbedaan frekuensi
data skor dan data skor itu sendiri mencerminkan fluktuasi sampel. Pembuatan
kurve dilakukan dengan meratakan garis gambar poligon yang tidak rata dan
terlihat tidak beraturan sehingga menjadi rata. (Burhan Nurgiyantoro, 2004:49)

4.Grafik
Garis
Grafik garis adalah grafik yang penyajian datanya mengunakan garis
atau kurva. Grafik garis banyak digunakan untuk menggambarkan suatu
perkembangan atau perubahan dari waktu ke waktu pada sebuah objek yang di
teliti. Garfik ini terdiri dari 2 sumbu utama yakni sumbu X dan sumbu Y. Untuk
pengunaaanya sumbu X biasanya digunakan untuk menunjukkan waktu pengamatan.
Sedangkan sumbu Y digunakan untuk menunjukkan nilai hasil pengamatan pada
waktu-waktu tertentu. Waktu dan hasil
pengamatan dikumpulkan dengan titik-titik pada bidang XY.
Contoh : Perkembangan nilai ujian
matematika Adit semester 1 tahun ajaran 2012/2013 sebagai berikut:
Ujian Semester ke
|
Nilai
|
1
|
80
|
2
|
95
|
3
|
60
|
4
|
100
|
5
|
85
|

D.Macam-macam Penyajian Data dalam Bentuk Tabel
Pada dasarnya banyak cara
untuk menyajikan data sehingga ia dapat dipahami dan digunakan secara tepat
oleh pengolah data. Namun untuk menghasilkan gambaran data yang komunikatif,
harus diingat untuk menyajikan sesuai
kebutuhan. Dalam hal ini, penyajian data dalam bentuk tabel bertujuan untuk
memberikan informasi dan gambaran mengenai jumlah secara terperinci sehingga
memudahkan pengolah data dalam menganalisis data tersebut. Macam – macam
penyajian data dalam bentuk tabel antara lain:
1.
Tabel Baris Kolom
Tabel yang lebih tepat disebut tabel baris kolom ini adalah
tabel-tabel yang dibuat selain dari tabel kontingensi dan distribusi frekuensi
yaitu tabel yang terdiri dari baris dan kolom yang mempunyai ciri tidak terdiri
dari faktor-faktor yang terdiri dari beberapa kategori dan bukan merupakan data
kuantitatif yang dibuat menjadi beberapa kelompok.
Contoh, tabel
daftar ip seorang mahasiswa fakultas ekonomi akuntansi
No
|
Semester
|
IP
|
1
|
I
|
3,12
|
2
|
II
|
3,00
|
3
|
III
|
3,39
|
4
|
IV
|
3,37
|
5
|
V
|
2,9
|
6
|
VI
|
3,3
|
7
|
VII
|
3,4
|
2.
Tabel Kontingensi
Tabel kontingensi merupakan bagian dari tabel baris kolom, akan
tetapi tabel ini mempunyai ciri khusus, yaitu untuk menyajikan data yang
terdiri atas dua faktor atau dua variabel, faktor yang satu terdiri atas b
kategori dan lainnya terdiri atas k kategori, dapat dibuat daftar kontingensi
berukuran b x k dengan b menyatakan baris dan k menyatakan kolom.
Contoh Banyak Murid Sekolah Di Daerah Inderalaya Menurut
Tingkat Sekolah Dan Jenis Kelamin Tahun 2006
JENIS KELAMIN
|
TINGKAT
SEKOLAH
|
JUMLAH
|
||
SD
|
SMP
|
SMA
|
||
Laki – laki
|
4756
|
2795
|
1459
|
9012
|
Perempuan
|
4032
|
2116
|
1256
|
7404
|
Jumlah
|
8790
|
4911
|
2715
|
16416
|
3.
Tabel Silang
Data hasil penelitian yang berupa perhitungan frekuensi pemunculan
data juga dapat disajikan ke dalam bentuk tabel silang. Tabel silang dapat
hanya terdiri dari satu variabel tetapi dapat juga terdiri dari dua variabel.
Tergantung pertanyaan atau keadaan yang ingin dideskripsikan. Dengan demikian,
pemilihan penyajian data ke dalam tabel silang satu atau dua variabel akan
tergantung dari data yang diperoleh.( (Burhan Nurgiyantoro, 2004:42)
Tabel silang satu variabel digunakan untuk menggambarkan data
dengan menampillkan satu karakteristiknya saja. Misal jumlah keseluruhan.
Sementara tabel silang dua variable digunakan untuk menggambarkan data dengan
menampilkan dua karakteristiknya. Misalnya jumlah keseluruhan dan jumlah per
gender.
Dalam suatu penelitian angket pada
34 siswa kelas XI.A tentang mata pelajaran MIPA yang disukai, diperoleh hasil
data sebagai berikut:
No.
|
Mata Pelajaran
|
Jumlah
|
1
|
Matematika
|
11
|
2
|
Kimia
|
10
|
3
|
Fisika
|
7
|
4
|
Biologi
|
6
|
No.
|
Mata Pelajaran
|
Siswa Yang Menyukai
|
Jumlah
|
|
Siswa
Laki - Laki
|
Siswa
Perempuan
|
|||
1
|
Matematika
|
8
|
3
|
11
|
2
|
Kimia
|
4
|
6
|
10
|
3
|
Fisika
|
5
|
2
|
7
|
4
|
Biologi
|
2
|
4
|
6
|
BAB
III
Penutup
A.Kesimpulan
Data
yang dikumpulkan perlu disusun atau disajikan dalam bentuk tertentu.
Bentuk-bentuk penyajian data meliputi: (1) diagram yang terdiri atas diagram
batang, diagram garis, diagram lambang (simbol) diagram lingkaran dan pastel,
diagram peta (kartogram), dan diagram pencar (titik), ogive (ozaiv); (2) tabel
yang terdiri atas tabel baris kolom, tabel kontingensi, tabel silang; (3)grafik
yang terdiri atas grafik histrogram , grafik polygon , grafik kurve , grafik
garis.
Diagram
batang sangat cocok untuk menyajikan data yang berbentuk kategori atau atribut,
dan data tahunan yang tahunannya tidak terlalu banyak. Diagram garis sangat
cocok untuk menyajikan data yang berbentuk serba terus atau berkesinambungan.
Diagram lambang sangat cocok untuk menyajikan data kasar sesuatu hal dan
sebagai alat visual bagi orang awam. Setiap satuan yang dijadikan lambang
disesuaikan dengan macam datanya. Diagram lingkaran sangat cocok untuk
menyajikan data yang berbentuk kategori atau atribut dalam presentase. Bila
diagram lingkaran ini digambar perspektifnya menjadi gambar tiga dimensi, maka
diagramnya disebut diagram pastel. Diagram peta (kartogram) sangat cocok untuk
menyajikan data yang ada hubungannya dengan tempat kejadian. Salah satu contoh
yang terkenal yaitu peta hasil bumi, hasil ternak, hasil perkebunan yang
terdapat dalam buku peta bumi. Diagram pencar sangat cocok untuk menyajikan
data yang terdiri atas dua variabel. Ogive ialah distribusi frekuensi kumulatif
yang diagramnya dalam sumbu tegak dan mendatar. Ogive "kurang dari"
ialah diagram dari distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. Dan ogive
"atau lebih" ialah diagram dari distribusi frekuensi kumulatif atau
lebih.
Histogram merupakan grafik dari
distribusi frekuensi suatu variable.Poligon merupakan grafik distribusi dari
distribusi frekuensi bergolong suatu variable. Kurve merupakan perataan atau
penghalusan dari garis-garis polygon. Grafik
garis adalah grafik yang penyajian datanya mengunakan garis atau kurva
Tabel baris dan kolom ialah tabel yang terdiri dari baris dan
kolom yang mempunyai ciri tidak terdiri dari faktor-faktor yang terdiri dari
beberapa kategori dan bukan merupakan data kuantitatif yang dibuat menjadi
beberapa kelompok.Tabel kontingensi ialah tabel untuk menyajikan data yang terdiri
atas dua faktor atau dua variable. Tabel silang dapat hanya terdiri dari satu
variable tetapi dapat juga terdiri dari dua variable.
B.Kritik dan Saran
Menyadari
bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih
focus dan details dalam menjelaskan di atas dengan sumber-sumber yang lebih
banyak yang terutama dapat dipertanggung jawabkan.
Menurut saya,
penyajian data lebih baik menggunakan yang lebih mudah dipahami oleh semua
kalangan saja.Dan yang lebih mudah dipahami ialah penyajian data dalam bentuk
diagram terutama diagram lambing atau symbol, karena diagram tersebut mudah
dipahami oleh kalangan awam sampai yang mengerti akan statistik.
Daftar
Pustaka
http://www.pengertianku.net/2015/02/pengertian-grafik-dan-contohnya-dilengkapi-jenis-jenisnya.html
http://ueu201366158.weblog.esaunggul.ac.id/2015/10/12/cara-menyajikan-data-dalam-statistik/
http://definisipengertian.net/pengertian-grafik-definisi-fungsi-jenis-grafik/
Herrhyanto
Nar dan H.M. Akib Hamid. 2007. Statistika
Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka.
Usman
Husaini dan R. Purnomo Setiady Akbar. 2000. Pengantar
Statistika. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Materinya sangat membantu... Di tunggu posting selanjutnya
BalasHapus