Rabu, 12 Oktober 2016

Statistika Bisnis



MAKALAH
STATISTIKA BISNIS
PENYAJIAN DATA




Dosen Pengampu
Bpk. Tatas Ridho Nugroho



Disusun Oleh
1.Andreas Purwoko                                                     5.15.02.04.0.013
2.Desi Lustyaningsih                                                   5.15.02.04.0.022
3.Diah Desiana                                                             5.15.02.04.0.027
4.Juma'atin Safa'ah                                                      5.15.02.04.0.046



Kelas Akuntansi A/Pagi
Prodi Akuntansi
Fakultas Ekonomi
Universitas Islam Majapahit
Tahun Akademi 2015/2016


Kata Pengantar

          Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, sebab atas rahmat dan hidayah-Nya lah penyusun dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah statistika bisnis ini merupakan tugas kuliah yang berisi kesimpulan diskusi penyusun mengenai penyajian data dalam bentuk tabel,diagram dan grafik.
            Tim penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Tatas Ridho Nugroho selaku dosen pengampu mata kuliah Statistika Bisnis yang telah memberikan tugas untuk menyusun makalah ini, sehingga penyusun memiliki kesempatan untuk menambah wawasan dari sumber buku bacaan yang relevan maupun forum diskusi kelompok yang telah dilakukan.
            Penyusun sangat menyadari dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak kesalahan. Oleh karena itu, sangat diharapkan kritik maupun sarannya. Sehingga di kemudian hari dapat menyusun lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat digunakan dengan baik dan bermanfaat bagi kita semua.  Amin.




Mojokerto,06 Oktober 2016


Penyusun



BAB I
Pendahuluan

A.Latar Belakang
Kegiatan pengumpulan data di lapangan, akan menghasilkan angka – angka yang disebut data kasar.penyebutan dengan istilah data kasar menunjukkan bahwa data itu belum diolah dengna teknik statistik tertentu. Jadi, data – data itu masih berwujud sebagaimana data itu diperoleh yang biasanya berupa skor. Skor – skor tersebut dapat pula disebut dengan istilah skor kasar, yang artinya sama dengan data kasar. Biasanya relatif banyak dan tidak beraturan. Dalam pembuatan laporan penelitian, data tersebut yang harus dilaporkan. Agar dapat memberikan gambaran yang bermakna, data – data itu haruslah disajikan kedalam tampilan yang sistematis.
Ada sejumlah cara yang dapat dipilih untuk menampilkan data hasil pengukuran dalam kerja penelitian. Penyajian data yang mana yang sebaiknya dipilih tergantung jenis data, selera peneliti, dan tujuan penampilan data itu sendiri.
B.Rumusan Masalah
1.      Apa saja bentuk penyajian data dalam statistika ?
2.      Apa yang dimaksud penyajian data dalam bentuk diagram ? Dan apa saja macam-macam bentuk penyajian data dalam bentuk diagram ?
3.      Apa yang dimaksud penyajian data dalam bentuk grafik ? Dan apa saja macam-macam bentuk penyajian data dalam bentuk grafik ?
4.      Apa yang dimaksud penyajian data dalam bentuk tabel ? Dan apa saja macam-macam bentuk penyajian data dalam bentuk tabel ?

C.Tujuan dan Manfaat
1.      Mengetahui jenis penyajian data secara umum.
2.      Memahami penyajian data dalam bentuk diagram dan memahami macam-macam penyajian data dalam bentuk diagram.
3.      Memahami penyajian data dalam bentuk grafik dan memahami macam-macam penyajian data dalam bentuk grafik.
4.      Memahami penyajian data dalam bentuk tabel dan memahami macam-macam penyajian data dalam bentuk tabel.







BAB II
Pembahasan

A.Penyajian Data
Kegiatan pengumpulan data di lapangan akan menghasilkan data angka-angka yang disebut ‘data kasar’ (raw data) yang menunjukkan bahwa data tersebut belum diolah dengan teknik statistik tertentu. Jadi data tersebut masih berwujud sebagaimana data itu diperoleh yang bisanya berupa skor dan relative banyak tidak beraturan. Dalam pembuatan laporan penelitian, data termasuk yang harus dilaporkan. Agar dapat memberikan gambaran yang bermakna, data-data itu haruslah disajikan ke dalam tampilan yang sistematis dan untuk keperluan penganalisisan biasanya data itu disusun dalam sebuah tabel. Penyajian data ini bertujuan memudahkan pengolahan data dan pembaca memahami data.
B.Macam – Macam Penyajian Data dalam Bentuk Diagram
Penyajian data dalam bentuk diagram akan lebih menjelaskan laporan secara visual.
1.      Diagram Batang
Diagram batang sangat cocok untuk menyajikan data yang berbentuk kategori atau atribut, dan data tahunan yang tahunannya tidak terlalu banyak. Untuk menggambarkan diagram batang diperlukan sumbu tegak dan sumbu datar yang berpotongan tegak lurus. Sumbu tegak maupun sumbu datar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama. Pada bagian bawah sumbu datar dituliskan atribut atau waktu dan pada sumbu tegak dituliskan kuantum atau nilai data.

2.      Diagram Garis
Diagram garis sangat cocok untuk menyajikan data yang berbentuk serba terus atau berkesinambungan. Misalnya jumlah penduduk setiap tahun, produksi suatu pabrik setiap tahun, dan sebagainya. Untuk menggabar diagram garis diperlukan sumbu tegak dan sumbu datar yang berpotongan tegak lurus. Sumbu tegak maupun sumbu datar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama. Pada bagian sumbu datar dituliskan atribut atau waktu danpada sumbu tegak dituliskan kuantum atau nilai data.
3.      Diagam Lambang
Diagram lambang sangat cocok untuk menyajikan data kasar sesuatu hal dan sebagai alat visual bagi orang awam. Setiap satuan yang dijadikan lambang disesuaikan dengan macam datanya. Misalnya untuk data jumlah manusia dibuatkan gambar orang. Satu gambar orang menyatakan sekian jiwa tergantung kebutuhannya. Kelemahannya ialah jika data yang dilaporkan tidak penuh (bulat) sehingga lambangnya pun menjadi tidak utuh.
4.      Diagram Lingkaran dan Diagram Pastel
Diagram lingkarana sangat cocok untuk menyajikan data yang berbentuk kategori atau atribut dalam presentasi. Untuk membuat diagram lingkaran, maka lingkaran dibagi-bagi menjadi beberapa sektor. Setiap sektor melukiskan kategori data yang lebih dahulu diubah ke dalam derajat dengan menggunakan busur derajat.
5.      Diagram Peta
Diagram peta (diagram kartogram) yaitu diagram yang melukiskan fenomena atau keadaan dihubungkan dengan tempat kejadian itu berada. Teknik pembuatannya menggunakan peta geografis sebagai dasar untuk menerangkan data dan fakta yang terjadi.
6.      Diagram Pencar
Diagram pencar atau diagram titik atau diagram sebaran ialah diagram yang menunjukkan gugusan titik-titik setelah garis koordinat sebagai penghubung dihapus. Biasanya diagram ini digunakan untuk menggambarkan titik data korelasi atau regresi yang terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Untuk kumpulan data yang terdiri atas dua variabel dengan nilai kuantitatif, diagramnya dapat dibuat dalam sistem sumbu koordinat dan gambarnya akan merupakan kumpulan titik-titik yang terpancar. Tahapan-tahapan ini menerangkan setelah peneliti menyelesaikan analisis datanya dengan cermat, kemudian langkah selanjutnya peneliti menginterprestasikan hasil analisisnya.

Akhirnya peneliti menarik suatu kesimpulan yang berisikan intisari dari seluruh rangkaian kegiatan penelitian dan membuat rekomendasinya. Menginterprestasikan hasil analisis perlu diperhatikan hal-hal antara lain: interprestasi tidak melenceng dari hasil analisis, interprestasi harus masih dalam batas kerangka penelitian, dan secara etis penelitian rela mengemukakan kesulitan dan hambatan-hambatan sewaktu dalam penelitian.
7.      Ogive (Ozaiv)
Ogive ialah distribusi frekuensi kumulatif yang digambarkan  diagramnya dalam sumbu tegak dan mendatar. Ogive "kurang dari" ialah diagram dari distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. Dan Ogive "atau lebih ialah diagram dari distribusi frekuensi kumulatif atau lebih.
C.Macam-macam Penyajian dalam Bentuk Grafik
Selain dapat disajikan ke dalam bentuk tabel sebagaimana dikemukakan di atas, data-data angka juga dapat disajikan ke dalam bentuk grafik, atau lengkapnya grafik frekuensi. Pembuatan grafik frekuensi pada hakikatnya merupakan kelanjutan dari pembuatan tabel distribusi frekuensi karena pembuatan grafik itu haruslah didasarkan pada tabel distribusi frekuensi. Dengan kata lain, pembuatan tabel distribusi frekuensi harus tetap dilakukan baik kita bermaksud maupun tidak bermaksud membuat grafik frekuensi. Penyajian data angka ke dalam grafik biasanya dipandang lebih menarik karena data-data itu tersaji dalam bentuk visual. Gambar grafik frekuensi yang banyak dipergunakan dalam metode statistik adalah histogram, polygon, kurve dan garis. (Burhan Nurgiyantoro, 2004:43-44)
1.Grafik Histrogram
Histogram merupakan grafik dari distribusi frekuensi suatu variable. Tampilan histogram berupa petak-petak empat persegi panjang. Sebagai sumbu horizontal boleh memakai tepi-tepi kelas, batas-batas kelas atau nilai variabel yang diobservasi, sedang sumbu vertikal menunjukkan frekuensi. Untuk distribusi bergolong atau berkelompok yang menjadi absis adalah nilai tengah dari masing-masing kelas. (Drs. Ating Somantri, 2006:113)
2.Grafik Poligon
Poligon merupakan grafik distribusi dari distribusi frekuensi bergolong suatu variabel. Tampilan polygon berupa garis-garis patah yang diperoleh dengan cara menghubungkan puncak dari masing-masing nilai tengah kelas. Jadi absisnya adalah nilai tengah dari masing-masing kelas. (Drs. Ating Somantri, 2006:114)
3. Grafik Kurve
Kurve merupakan perataan atau penghalusan dari garis-garis polygon. Gambar polygon sering tidak rata karena adanya perbedaan frekuensi data skor dan data skor itu sendiri mencerminkan fluktuasi sampel. Pembuatan kurve dilakukan dengan meratakan garis gambar poligon yang tidak rata dan terlihat tidak beraturan sehingga menjadi rata. (Burhan Nurgiyantoro, 2004:49)
4.Grafik Garis
Grafik garis adalah grafik yang penyajian datanya mengunakan garis atau kurva. Grafik garis banyak digunakan untuk menggambarkan suatu perkembangan atau perubahan dari waktu ke waktu pada sebuah objek yang di teliti. Garfik ini terdiri dari 2 sumbu utama yakni sumbu X dan sumbu Y. Untuk pengunaaanya sumbu X biasanya digunakan untuk menunjukkan waktu pengamatan. Sedangkan sumbu Y digunakan untuk menunjukkan nilai hasil pengamatan pada waktu-waktu tertentu.  Waktu dan hasil pengamatan dikumpulkan dengan titik-titik pada bidang XY.

Contoh : Perkembangan nilai ujian matematika Adit semester 1 tahun ajaran 2012/2013 sebagai berikut:
Ujian Semester ke
Nilai
1
80
2
95
3
60
4
100
5
85



D.Macam-macam Penyajian Data dalam Bentuk Tabel
Pada dasarnya  banyak cara untuk menyajikan data sehingga ia dapat dipahami dan digunakan secara tepat oleh pengolah data. Namun untuk menghasilkan gambaran data yang komunikatif, harus diingat untuk  menyajikan sesuai kebutuhan. Dalam hal ini, penyajian data dalam bentuk tabel bertujuan untuk memberikan informasi dan gambaran mengenai jumlah secara terperinci sehingga memudahkan pengolah data dalam menganalisis data tersebut. Macam – macam penyajian data dalam bentuk tabel antara lain:
1.      Tabel Baris Kolom
Tabel yang lebih tepat disebut tabel baris kolom ini adalah tabel-tabel yang dibuat selain dari tabel kontingensi dan distribusi frekuensi yaitu tabel yang terdiri dari baris dan kolom yang mempunyai ciri tidak terdiri dari faktor-faktor yang terdiri dari beberapa kategori dan bukan merupakan data kuantitatif yang dibuat menjadi beberapa kelompok.
Contoh, tabel daftar ip seorang mahasiswa fakultas ekonomi akuntansi
No
Semester
IP
1
I
3,12
2
II
3,00
3
III
3,39
4
IV
3,37
5
V
2,9
6
VI
3,3
7
VII
3,4

2.      Tabel Kontingensi
Tabel kontingensi merupakan bagian dari tabel baris kolom, akan tetapi tabel ini mempunyai ciri khusus, yaitu untuk menyajikan data yang terdiri atas dua faktor atau dua variabel, faktor yang satu terdiri atas b kategori dan lainnya terdiri atas k kategori, dapat dibuat daftar kontingensi berukuran b x k dengan b menyatakan baris dan k menyatakan kolom.
Contoh Banyak Murid Sekolah Di Daerah Inderalaya Menurut Tingkat Sekolah Dan Jenis Kelamin Tahun 2006

JENIS KELAMIN

TINGKAT SEKOLAH
JUMLAH
SD
SMP
SMA
Laki – laki
4756
2795
1459
9012
Perempuan
4032
2116
1256
7404
Jumlah
8790
4911
2715
16416

3.      Tabel Silang
Data hasil penelitian yang berupa perhitungan frekuensi pemunculan data juga dapat disajikan ke dalam bentuk tabel silang. Tabel silang dapat hanya terdiri dari satu variabel tetapi dapat juga terdiri dari dua variabel. Tergantung pertanyaan atau keadaan yang ingin dideskripsikan. Dengan demikian, pemilihan penyajian data ke dalam tabel silang satu atau dua variabel akan tergantung dari data yang diperoleh.( (Burhan Nurgiyantoro, 2004:42)
Tabel silang satu variabel digunakan untuk menggambarkan data dengan menampillkan satu karakteristiknya saja. Misal jumlah keseluruhan. Sementara tabel silang dua variable digunakan untuk menggambarkan data dengan menampilkan dua karakteristiknya. Misalnya jumlah keseluruhan dan jumlah per gender.
Dalam suatu penelitian angket pada 34 siswa kelas XI.A tentang mata pelajaran MIPA yang disukai, diperoleh hasil data sebagai berikut:
No.
Mata Pelajaran
Jumlah
1
Matematika
11
2
Kimia
10
3
Fisika
7
4
Biologi
6
No.
Mata Pelajaran
Siswa Yang Menyukai
Jumlah
Siswa Laki - Laki
Siswa Perempuan
1
Matematika
8
3
11
2
Kimia
4
6
10
3
Fisika
5
2
7
4
Biologi
2
4
6




BAB III
Penutup

A.Kesimpulan
Data yang dikumpulkan perlu disusun atau disajikan dalam bentuk tertentu. Bentuk-bentuk penyajian data meliputi: (1) diagram yang terdiri atas diagram batang, diagram garis, diagram lambang (simbol) diagram lingkaran dan pastel, diagram peta (kartogram), dan diagram pencar (titik), ogive (ozaiv); (2) tabel yang terdiri atas tabel baris kolom, tabel kontingensi, tabel silang; (3)grafik yang terdiri atas grafik histrogram , grafik polygon , grafik kurve , grafik garis.
Diagram batang sangat cocok untuk menyajikan data yang berbentuk kategori atau atribut, dan data tahunan yang tahunannya tidak terlalu banyak. Diagram garis sangat cocok untuk menyajikan data yang berbentuk serba terus atau berkesinambungan. Diagram lambang sangat cocok untuk menyajikan data kasar sesuatu hal dan sebagai alat visual bagi orang awam. Setiap satuan yang dijadikan lambang disesuaikan dengan macam datanya. Diagram lingkaran sangat cocok untuk menyajikan data yang berbentuk kategori atau atribut dalam presentase. Bila diagram lingkaran ini digambar perspektifnya menjadi gambar tiga dimensi, maka diagramnya disebut diagram pastel. Diagram peta (kartogram) sangat cocok untuk menyajikan data yang ada hubungannya dengan tempat kejadian. Salah satu contoh yang terkenal yaitu peta hasil bumi, hasil ternak, hasil perkebunan yang terdapat dalam buku peta bumi. Diagram pencar sangat cocok untuk menyajikan data yang terdiri atas dua variabel. Ogive ialah distribusi frekuensi kumulatif yang diagramnya dalam sumbu tegak dan mendatar. Ogive "kurang dari" ialah diagram dari distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. Dan ogive "atau lebih" ialah diagram dari distribusi frekuensi kumulatif atau lebih.
Histogram merupakan grafik dari distribusi frekuensi suatu variable.Poligon merupakan grafik distribusi dari distribusi frekuensi bergolong suatu variable. Kurve merupakan perataan atau penghalusan dari garis-garis polygon. Grafik garis adalah grafik yang penyajian datanya mengunakan garis atau kurva
Tabel baris dan kolom ialah tabel yang terdiri dari baris dan kolom yang mempunyai ciri tidak terdiri dari faktor-faktor yang terdiri dari beberapa kategori dan bukan merupakan data kuantitatif yang dibuat menjadi beberapa kelompok.Tabel kontingensi ialah tabel untuk menyajikan data yang terdiri atas dua faktor atau dua variable. Tabel silang dapat hanya terdiri dari satu variable tetapi dapat juga terdiri dari dua variable.


B.Kritik dan Saran

               Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih focus dan details dalam menjelaskan di atas dengan sumber-sumber yang lebih banyak yang terutama dapat dipertanggung jawabkan.
               Menurut saya, penyajian data lebih baik menggunakan yang lebih mudah dipahami oleh semua kalangan saja.Dan yang lebih mudah dipahami ialah penyajian data dalam bentuk diagram terutama diagram lambing atau symbol, karena diagram tersebut mudah dipahami oleh kalangan awam sampai yang mengerti akan statistik.




Daftar Pustaka

http://www.pengertianku.net/2015/02/pengertian-grafik-dan-contohnya-dilengkapi-jenis-jenisnya.html
http://ueu201366158.weblog.esaunggul.ac.id/2015/10/12/cara-menyajikan-data-dalam-statistik/
http://definisipengertian.net/pengertian-grafik-definisi-fungsi-jenis-grafik/
Herrhyanto Nar dan H.M. Akib Hamid. 2007. Statistika Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka.
Usman Husaini dan R. Purnomo Setiady Akbar. 2000. Pengantar Statistika. Jakarta: PT Bumi Aksara.




1 komentar: